Jumat, 11 November 2016

Guru Muda, Tawaran yang Diragukan, dan Cerianya Anak-Anak

Sedikit sekali langkah yang sudah tertempuh dalam perjalanan profesi saya sebagai guru. Masih banyak pribadi senior di dalam bidang yang saya tekuni ini. Biarpun demikian, bukan suatu kebetulan kalau saya pada akhirnya terus menapakkan langkah saya untuk terus bersepadan dengan liku-liku aktivitas yang ditawarkan profesi ini. Tidak pernah ada hal yang biasa di setiap harinya. Masalah kadang singgah untuk menanti diselesaikan, namun sukacita juga tiada absen untuk menampakkan kehadirannya. 

Saya percaya tidak ada pilihan dalam hidup saya yang keluar dari jalur baku rencana Tuhan. Sekalipun manusia diberikan kehendak bebas untuk menentukan pilihan akan arah kehidupannya sendiri, namun itu tidak akan pernah menghadirkan suatu rencana hidup yang benar-benar baru dan berbeda dari rencana Sang Khalik sendiri untuk hidup dan masa depan setiap umatNya. Tidak ada satu jengkal langkah yang kita ambil dengan semau kita akan mengejutkanNya. Semua sudah diketahuiNya dan sudah ditetapkan dari semula dalam koridor rencanaNya.

Menjelang dua tahun semenjak saya menerima tawaran menjalani profesi guru. Keraguan sempat bergelayut di dalam pikiran dan hati saya di awal, sebelum saya berteguh menjadi guru. Ketiadaan pengalaman di bidang ini membuat saya sempat diam di tempat sebelum memutuskan menerima tawaran menjadi guru. Datang dengan nihilnya pengalaman, kini setelah sekian waktu, saya mantap menjejakkan kaki untuk terus melangkah ke depan di dalam pias profesi ini. Saya meyakini bahwa:


Tuhan tidak memanggil pribadi yang siap untuk melakukan suatu hal, namun Dia akan memperlengkapi dan mempersiapkan pribadi yang Dia panggil untuk berkarya dalam rencanaNya. 







Tersisa bagaimana pilihan kita apakah mau percaya kepada rencanaNya yang sering kali melampaui segala akal, atau diam terkungkung dalam sikap realistis dan kecenderungan untuk pesimis.

2016 merupakan tahun kedua saya mengajar di kelas 4 SD. Serupa dengan tahun yang lalu, saya juga mengajar kelas 4 SD. Perbedaan pasti ada, antara angkatan terkini dengan yang terdahulu. Tidaklah perlu mendefinisikan mana yang terbaik di antara keduanya, semuanya anugerah. Bukan pilihan untuk diperbandingkan. Satu hal yang tetap sama, keceriaan mereka selalu mampu membawa senyum dalam bibir mengembang pasti. Keluguan, kesederhanaan bersikap, dan senyum lepas tanpa tertahan, semuanya mewarnai hari demi hari profesi saya sebagai guru. Sekali lagi, masalah pasti akan selalu ada. Pribadi penuh senyum bukanlah pribadi dengan kehidupan yang luput dari masalah. Namun lebih dari itu, hadirnya masalah menjadi batu pijakan untuk menjadi semakin dewasa, dan bijaksana di dalam menyikapi kejutan-kejutan dalam kehidupan.