Sabtu, 01 April 2017

Sebuah Tulisan untuk para Perokok

Sebuah pemandangan yang lazim saya temui di setiap perjalanan saya menuju suatu tempat tertentu, bertemu dengan asap yang mengepul dari mulut beberapa orang. Saya yakin pemandangan tersebut adalah suatu pemandangan yang juga disaksikan oleh banyak orang di seluruh dunia. Miris rasanya melihat orang-orang yang dengan nyamannya mengonsumsi asap tersebut. Tanpa terlihat takut akan dampak yang akan dihasilkan, tanpa kepedulian kepada orang sekitar, mereka terus saja menghisap asap tersebut. Tua, muda, dewasa, bahkan anak-anak, lelaki juga perempuan, tak luput dari pengalaman menghisap asap tersebut, yang dihasilkan dari sebuah benda kecil yang begitu banyak diburu dan dikonsumsi, yang seolah-olah telah menjadi salah satu kebutuhan hidup, rokok.

Pernahkah anda mengalami pengalaman yang sama seperti saya? Atau bahkan ada anggota keluarga anda menjadi salah satu bagian darinya?
http://rizwanhamdi.com/remaja-rokok/

Saya bersyukur, saya pribadi bukanlah seorang penghisap asap rokok yang aktif. Dalam artian saya bukanlah seorang perokok. Meskipun kadangkala saya juga menghisap asap rokok ketika berada di sekitar para perokok. Saya memiliki beberapa anggota keluarga yang merupakan perokok aktif. Tidak perlu jauh-jauh, ayah saya sendiri. Beliau telah menjadi perokok aktif sejak masa mudanya. Barulah di kisaran usia 40an, beliau mampu berhenti dari kebiasaannya yang merusak tersebut. Namun kebiasaannya tersebut ikut andil dalam kesehatannya yang menurun selepas berhenti dari kebiasaan merokok maupun selama menjalani kebiasaan tersebut.

Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada sedikitpun manfaat dari menjadi seorang perokok aktifSegala pandangan yang (seolah-olah) positif untuk menjadi pecandu rokok yang ada selama ini, sebenarnya dapat dipatahkan dengan fakta bahwa "Merokok membunuhmu" (mengikuti peringatan dari bungkus rokok dan iklan-iklan yang selama ini sudah ada). Jika mau dijabarkan, "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin." Dari sini saja sudah terlihat tidak ada sedikitpun unsur positif dari merokok. Mau membantah seperti apapun tetap tidak ada. Tapi yang mengherankan, fakta tersebut tidak malah mengurangi jumlah perokok di seluruh dunia, malah jumlah perokok selalu bertambah setiap harinya. Di tahun 2014 saja, jumlah perokok di seluruh dunia bahkan hampir mencapai satu miliar orang, entah kalau di tahun 2017 ini. 

Beberapa contoh perokok yang sering saya temui: 

Perokok di dekat anak atau pasangannya
http://2.bp.blogspot.com
Jujur, saya kasihan melihat anak kecil atau seorang pasangan (istri/suami) yang harus menghisap asap rokok dari ayah, ibu, atau pasangan mereka, yang adalah seorang perokok. Mereka sebenarnya tidak menjadi perokok aktif, namun terpaksa merasakan asap rokok yang berbahaya. Dalam pandangan saya, jika anda mengasihi keluarga anda, anda akan berhenti merokok, demi kesehatan anda dan juga keluarga anda. Bukan sekadar merokok di tempat dimana anda tidak bersama keluarga anda, karena tetap saja anda sendiri yang akan mengalami dampak negatif dari rokok tersebut. Jika sudah terlihat dampak buruk berupa penyakit akibat merokok tersebut, siapa yang akan menanggungnya? Tentu anda dan orang-orang terdekat anda, yang mana salah satunya keluarga anda. 

Perokok pada waktu berkendara
http://assets-a2.kompasiana.com
Pernahkah anda melihat dalam perjalanan anda menuju suatu tempat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, pengemudi dari kendaraan yang ada di depan anda terlihat mengemudi sambil merokok? Bagaimana perasaan anda melihat pemandangan tersebut? Kalau saya pribadi sangat-sangat tergangguPertama, dari asap rokok itu sendiri biasanya akan mengepul keluar dari kendaraan tersebut, bila itu mobil, atau ke arah belakang, jika itu sepeda motor. Hal itulah yang sangat mengganggu saya jika saya berada tepat di belakang orang tersebut.
Kedua, abu dari sisa pembakaran rokok tersebut sangat mudah beterbangan kemanapun, apabila terkena angin. Apakah si perokok pernah membayangkan tidak enaknya berkendara dengan kecepatan yang cukup, dan di tengah perjalanan yang memang sudah pasti banyak debu beterbangan, ditambahkan lagi dengan abu rokok yang jelas-jelas tidak sehat jika sampai terhirup tubuh manusia?
Ketiga, dari sisi pengendara itu sendiri. Sudah saya tuliskan di atas bahwa merokok dapat menyebabkan serangan jantung. Bagaimana jika tiba-tiba si pengendara yang merokok itu terkena serangan jantung di tengah-tengah dia mengemudikan kendaraannya? Bisa jadi akan ada kecelakaan lalu lintas yang mengiringi.

Perokok di tempat yang dilarang merokok
https://klinikstopmerokok.wordpress.com
Mungkin saya perlu bertanya kepada perokok yang melakukan hal ini, "Apakah mereka tidak dapat membaca?". Beberapa kali saya sering menemukannya. Walau sudah terpampang papan petunjuk yang menegaskan larangan merokok, tetap saja ada para perokok yang tidak mengindahkan larangan tersebut dan dengan egoisnya tetap merokok. Mungkin, mereka perlu belajar membaca sampai bisa memahami apa yang dimaksudkan dalam larangan tersebut.

Perokok yang masih berusia muda (tergolong anak-anak)
https://mbakambon.wordpress.com
Ini salah satu fakta yang membuat saya merasa miris. Karena di usia yang masih sangat dini, anak-anak sudah mengenal dan bahkan kecanduan merokok. Bisa jadi, orang tua dari sang anak tersebut kurang menaruh perhatian yang cukup terhadap sang anak, sehingga sang anak mencari perhatian dari pihak lain, yang sayangnya, tanpa bertanggung jawab, memperkenalkan sang anak kepada rokok. Anak-anak yang memang rasa ingin tahunya begitu besar, tanpa filter yang memadai, mencoba saja rokok yang baru dikenalnya, dan kadang menjadi pecandu jika tidak segera dihentikan. Jika saja orang tua sang anak benar-benar peduli kepada anaknya, saya yakin hal tersebut tidak akan sampai terjadi.

Perokok yang merupakan seorang wanita
http://fakta.co.id/2016/03/16
Setahu saya, para wanita yang menjadi pecandu rokok tidak hanya akan merusak tubuhnya sendiri, namun juga akan berdampak buruk kepada janinnya. Jika sang wanita sedang dalam keadaan mengandung, tentu bukan suatu hal yang baik untuk merokok. Saya sangat menyayangkan hal itu, dimana sang wanita tidak lagi peduli akan kesehatan tubuh dan janinnya, dan terus-menerus menikmati menjadi pecandu rokok.

Perokok di tempat umum
https://kitadankota.wordpress.com
Ini yang paling sering saya alami di antara semua macam perokok yang saya sebutkan di atas. Mungkin anda sendiri juga sering mengalaminya. Kadang kita terlalu takut atau sungkan untuk menegur orang tersebut. Banyak alasan yang muncul untuk mengurungkan niat kita menegur sang perokok. Takut membuat sang perokok marah, takut membuat keributan di tempat tersebut, dll. Namun pada dasarnya, jika sang perokok bisa dengan bebas menikmati asap rokok yang dia nyalakan, kita sebagai bukan perokok juga (seharusnya) bebas untuk menikmati udara yang bersih tanpa asap rokok. 

Sebuah tulisan sederhana ini semoga dapat menyadarkan para perokok dimanapun, bahwa apa yang anda nikmati melalui rokok tersebut tidak ada faedahnya sedikitpun. Saya tidak membenci kalian para perokok, karena keluarga saya pun juga ada sebagian yang merokok. Saya hanya tidak menggemari kebiasaan merokok kalian dan hanya mengingatkan saja bahwa, hidup terlalu singkat untuk dirusak hanya oleh rokok. Setiap batang rokok yang anda nyalakan dan anda konsumsi, hanya akan merusak tubuh yang telah Tuhan anugerahkan kepada anda. Mungkin dampak negatifnya tidak anda rasakan dalam masa muda anda, namun bisa saja pada masa dewasa anda dan masa tua anda, dampak tersebut menampakkan diri. Mungkin juga bukan sekadar pada diri anda yang merasakan kerugian menjadi pecandu rokok, namun keluarga kecil pun besar anda juga mengalami dampak yang tidak menguntungkan tersebut. Jadi, kapan berhenti merokok?

Salam hidup sehat!