Sabtu, 01 Juli 2017

Coban Rais : Spot Selfie Baru di Batu

Menyebut kota Batu sebagai destinasi wisata memang (seolah) tiada habisnya. Belum tuntas di memori tentang tempat wisata semacam Jatim Park (JTP) yang sudah memiliki dua tempat (JTP 1 & JTP 2), Batu Night Spectacular (BNS), Museum Angkut, Eco Green Park, Batu Secret Zoo, dan Museum Tubuh, sekarang muncul lokasi wisata baru yang lagi happening, Coban Rais.

dokumentasi pribadi
Coban Rais merupakan sebuah lokasi air terjun di daerah Batu yang menyimpan keindahan yang menarik  mata. Namun, selain wisata air terjun, jika anda merupakan seorang yang aktif di Instagram, mungkin sudah tidak asing dengan foto traveler yang naik ayunan di atas jurang. Ternyata, lokasi tersebut merupakan satu lokasi yang sama dengan air terjun Coban Rais.

http://www.lingkarmalang.com
Selain bisa berwisata ke air terjun, anda dapat menikmati berfoto selfie/wefie di beberapa spot yang disediakan disana. Selain ada ayunan di atas jurang, ada juga beberapa spot lain yang tidak kalah menarik, seperti :

Bukit bunga (Batu Flower Garden)
dokumentasi pribadi

Papan hati yang berada diatas sebuah pohon (bisa buat foto bersama pasangan atau keluarga)
http://travel.kompas.com

Ayunan gantung (hammock) baik yang hanya satu maupun yang bertumpuk
http://www.photomalang.com
https://armandfrezh.wordpress.com

Lokasi pohon pinus (ada papan bertuliskan I U dan semacam pos penjaga yang berbentuk papan kotak di atas ketinggian)

http://travel.kompas.com

http://www.dakatour.com

Terakhir, mau gowes di atas ketinggian? Bisa. Berdua juga bisa, kok.

https://ngalam.co
https://ngalam.co

Lokasi Coban Rais berada di Oro-Oro Ombo, Batu. Untuk masuk ke dalam wahana wisata, pengunjung akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp10.000,00/orang. Kemudian, untuk mencapai lokasi berfoto, pengunjung perlu menempuh perjalanan berjalan kaki ke atas sekitar ± 1 kilometer. Tapi kalau itu dirasa terlalu jauh, tersedia ojek motor yang siap mengantarkan pengunjung mencapai lokasi berfoto. Biaya ojek per orang dikenakan sebesar Rp10.000,00 sekali jalan (naik saja atau turun saja, tidak sekaligus naik turun).

Setelah mencapai lokasi berfoto, pengunjung diwajibkan membeli tiket untuk spot mana yang akan dipilih untuk berfoto. Tiket rata-rata setiap spot dijual sebesar Rp20.000,00 – Rp30.000,00. Kebetulan saya berkunjung kesana pada saat libur panjang (Idul Fitri + kenaikan kelas anak sekolah), sehingga jumlah pengunjung yang berkunjung ke sana begitu banyak. Untuk sekadar membeli tiket berfoto, saya perlu mengantri sekitar setengah jam, itu pun tidak semua spot foto yang dibuka antriannya. Pengelola tempat wisata membatasi jumlah pengunjung yang membeli tiket pada beberapa spot dikarenakan kuota pengunjung yang membeludak. Saya pun hanya mendapatkan tiket pada spot bukit bunga dan papan hati di atas pohon.

Setelah mendapatkan tiket, pengunjung perlu antri kembali untuk mendapat nomer antrian giliran berfoto di masing-masing spot yang dipilih. Mungkin ini yang menyebabkan kuota masing-masing spot tidak sama, ada yang terus dibuka ada yang harus ditutup karena panjangnya antrian. Setelah mendapat giliran berfoto, file hasil foto dapat diambil untuk disalin ke dalam handphone (HP), sambil memilih mana hasil yang baik dan mana yang tidak di tempat yang disediakan, tanpa perlu membayar untuk jumlah tertentu. Jika melebihi jumlah yang ditetapkan pengelola, akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000,00/file foto.

Jika sedang mencari lokasi liburan yang bisa menambah koleksi foto, bisa berkunjung ke tempat ini. Namun untuk menghindari antrian yang menumpuk, bisa dipertimbangkan mengunjungi tempat ini pada suasana akhir pekan di luar hari libur. Supaya tidak terlalu lama menunggu antrian, dan bisa mencoba (mungkin) semua spot foto yang tersedia. Selamat berwisata!

Adakah saya menginspirasi?