Jumat, 06 Oktober 2017

Jangan (Terlalu) Mengandalkan Logika

https://pbs.twimg.com


Manusia adalah makhluk yang luar biasa. Kita sebagai manusia diciptakan dengan kemampuan yang berbeda dari ciptaan Tuhan yang lain. Kita dibekali akal budi maupun pikiran yang sedemikian menakjubkan sehingga tidak satupun ciptaan Tuhan lainnya yang bisa melebihi maupun sekadar menyamai kemampuan manusia dalam berpikir. Sepanjang sejarah manusia hidup di dunia ini sudah banyak pemikir-pemikir hebat yang pemikirannya begitu mempengaruhi dunia. Sebut saja Socrates, Plato, maupun Aristoteles. Pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh tersebut begitu mendunia dan menjadikan mereka tokoh yang menggoreskan catatan sejarah.

Dengan kemampuan yang dimiliki, manusia memang sering menciptakan hal-hal baru yang (mungkin) tidak terbayangkan sebelumnya. Teknologi terus berkembang, ilmu pengetahuan selalu diperbarui setiap waktu, dan dunia kesehatan pun terus dikembangkan. Ini semua hasil dari kemampuan berpikir manusia yang (seolah) tiada batasnya. Jika diberikan waktu, maka akan banyak hal hebat yang belum pernah ada yang bisa dikreasikan oleh manusia. Saya meyakini hal tersebut. Hanya perlu waktu sampai mencapai titik tersebut

Permasalahan yang muncul adalah ketika kita dengan pikiran kita menjadi terlalu khawatir akan sesuatu yang seolah akan terjadi, padahal belum tentu terjadi dan mungkin tidak akan terjadi. Kita melihat suatu pola yang terjadi di sekitar kita yang membuat kita kemudian berpikir secara logis tentang keadaan tersebut sehingga menyimpulkan bahwa sesuatu akan terjadi sesuai pola yang kita lihat tersebut. Kita berlogika akan keadaan sekitar. Semisal kalau kita melihat uang di rekening kita habis dan tanggal kita mendapatkan gaji masih lama, pun juga tidak ada tambahan penghasilan di luar gaji kita tersebut, maka kita cenderung menyimpulkan bahwa kita tidak akan dapat tambahan uang di rekening kita sebelum tanggal gajian kita tiba. Itu contoh sederhana kejadian kita akan berlogika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), logika adalah suatu jalan pikiran yang masuk akal. Sehingga kalau tidak masuk akal atau tidak sesuai penalaran kita, maka dianggap sesuatu tersebut tidak logis atau tidak sesuai logika. Sehingga dalam contoh sederhana mengenai rekening tadi, mendapat pemasukan secara tiba-tiba adalah suatu hal yang tidak logis atau tidak sesuai logika.

Salahkah jika kita berlogika?

Jawabannya sebenarnya tidak. Sebagai natur kita sebagai manusia, berlogika adalah hal yang biasa dan wajar. Justru aneh kalau kita tidak pernah berlogika karena kita diciptakan dengan kemampuan tersebut. Siapapun kita, pasti ada saat-saat kita akan mampu berlogika dalam keadaan tertentu. Entah itu disadari atau tidak. Manusia sangat bisa berlogika, hanya mungkin kadar kemampuan berlogika setiap orang berbeda-beda. Ada yang sangat pandai berlogika, namun ada pula yang perlu usaha keras untuk dapat berlogika.

Sekarang bagaimana kalau pertanyaannya saya ganti :

Salahkah jika kita terlalu mengandalkan logika?

Kalau pertanyaannya seperti di atas, apa pendapat anda? Kalau menurut saya (boleh setuju atau tidak) tidak semua hal bisa dipikirkan secara logis atau menggunakan logika. Terkadang, ada hal-hal tertentu di luar nalar atau diluar logika yang dapat terjadi dalam kehidupan kita masing-masing. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana, karena ada Pribadi mahakuasa yang memungkinkan hal-hal di luar nalar manusia dapat terjadi. Sehingga saya kira kita akan salah jika kita terlalu mengandalkan logika. Pikiran kita terlalu kecil dan terbatas untuk menampung seabrek informasi yang ada di dunia. Terlalu naïf jika kita merasa kita akan mampu mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak atau belum dapat dijawab (atau mungkin tidak akan pernah terjawab) oleh manusia.

Saya adalah orang yang begitu sering berlogika atas sesuatu hal. Sekalipun sulit untuk tidak terlalu mengandalkan logika, namun saya tetap berusaha dan tetap mensyukuri keadaan saya tersebut. Biarpun demikian, saya selalu takjub atas hal-hal di luar nalar yang terjadi di sekitar saya, yang dijadikan oleh Pribadi mahakuasa yang saya yakini mengatur hidup saya sedemikian rupa. Ketika keadaan sudah sedemikian genting, pertolonganNya selalu tepat waktu, tidak pernah terlambat, dan selalu mampu mematahkan segala pemikiran logis yang sukses membuat kekhawatiran melanda. Mengingatkan saya untuk tidak hanya sekadar mengandalkan logika, namun juga berserah kepada Pribadi mahakuasa tersebut yang melebihi segala logika.

Sebagai pesan, ada waktu yang memang memberi kesempatan bagi kita untuk berlogika. Tidak salah ketika kita menggunakan pikiran kita untuk berlogika akan sesuatu, karena kita mempunyai kemampuan tersebut. Namun, ada masa lain di mana kita sebaiknya mengabaikan logika kita, untuk meredam kekhawatiran kita, karena ada Pribadi mahakuasa yang melampaui segala logika, yang mampu menjadikan segala sesuatu hal di luar pikiran logis kita menjadi seolah semuanya sederhana dan mungkin terjadi. Jadi, jangan (terlalu) mengandalkan logika.

Adakah saya menginspirasi?


Inpirasi lain:

Tatkala Gagal Permulaanmu, Tak Berarti (Pasti) Gagal Kesudahanmu

Ketika Perbuatan, Pikiran, dan Hati Tak Lagi Selaras

Coban Rais : Spot Selfie Baru di Batu

Menabur : Cara Sederhana Menjaga Semangat Kebaikan