Jumat, 02 Februari 2018

Berniat Menginspirasi Malar-Malar Terinspirasi

https://pbs.twimg.com
Saya sempat mencapai titik di mana saya seolah kehabisan ide untuk tulisan terbaru di blog Ajaran Inspirasi. Pada saat saya membuat blog ini, saya bertekad untuk selalu sedia minimal satu buah tulisan untuk waktu satu bulan. Sehingga setiap bulan para pembaca blog ini akan selalu punya pendorong untuk kembali tertarik membuka blog ini untuk membaca setiap artikel baru yang saya publikasikan.

Karenanya, saya mencoba 'meringankan' topik tulisan saya, setidaknya untuk masa sekarang. Sampai inspirasi kembali mengalir deras dalam angan. Nah, karena di beberapa tulisan yang sudah-sudah saya sempat 'menyingkirkan' topik tentang pekerjaan saya sebagai guru yang selalu menarik untuk dibahas, dan menulis tentang topik-topik umum yang harapannya dekat dengan pembaca blog ini, sekarang saya akan kembali membahas tentang profesi saya sebagai seorang guru dalam tulisan ini. Tidak, tidak akan membosankan dan atau sama dengan tulisan-tulisan terdahulu, karena profesi ini selalu punya cerita untuk dibagikan.

Jika anda berkenan, bolehlah membaca kutipan yang ada pada gambar yang saya cantumkan di atas. Secara pemilihan kata, dapat dibaca dengan jelas memang kutipan tersebut teruntuk para guru atau pengajar. Karena tercantum kata students yang dalam bahasa Indonesia berarti murid, sehingga gambar tersebut memang teruntuk para guru. Ketika saya menemukan kutipan tersebut dalam suatu kesempatan, saya tanpa paksaan langsung mengiyakan kutipan tersebut di dalam pikiran saya, tanda persetujuan. Karena saya yang memang sudah cukup memiliki pengalaman menjadi seorang guru, sehingga saya sedikit banyak pernah berada dalam situasi tersebut. Situasi di mana saya yang sebagai pengajar, seorang yang wajib membagikan ilmu pada anak didik saya, dengan kata lain menginspirasi anak didik saya untuk memahami atau melakukan sesuatu yang baik tentunya, malar-malar berada dalam kondisi terinspirasi oleh anak didik saya. Mengapa bisa demikian? Saya terheran.

Namun, hal tersebut sangat-sangat mungkin terjadi. Saya sebagai pengajar tidak jarang terkadang terlalu fokus pada apa yang harus saya berikan kepada anak didik saya, topic oriented kalau bisa dibilang, sebisa mungkin mempergunakan waktu yang ada (yang kadang terbatas) untuk memberikan materi pelajaran sesuai rencana pembelajaran. Juga sebisa mungkin meminimalisir hal-hal di luar rencana yang bisa mengurangi waktu efektif untuk penyampaian materi. Mungkin tidak hanya saya namun juga kalau anda yang membaca tulisan ini adalah seorang guru, mungkin pernah atau sering mengalami seperti demikian?

Tatkala saya berpatokan pada rencana, kadang anak didik saya memberikan sedikit pembelokan atau pengubahan rencana. Namun entah bagaimana, tujuan pembelajaran tetap tercapai. Anak-anak dengan segala pemikiran yang luas dan kreatifitas yang (mungkin) tanpa batas, dapat memberikan warna dalam hitam putihnya suasana pembelajaran yang bisa saja monoton, hanya ada saya yang menjelaskan materi dan anak didik yang mendengarkan penjelasan saya. Membosankan.

Saya selalu takjub dengan perbedaan antara rencana pembelajaran dengan fakta yang terjadi di dalam kelas. Dan saya tidak berhenti terinspirasi akan hal tersebut. Apa yang kadang saya pikir akan terasa biasa, dapat dibuat menarik dengan hadirnya peranan anak-anak didik sebagai peserta pembelajaran. Karenanya, saya yang tadinya berniat dan bertekad untuk menginspirasi, malar-malar terinspirasi dan semakin menggemari profesi ini. Tidak pernah ada cerita yang sama di setiap harinya. Tidak selalu anak yang sama yang menghadirkan senyum lepas dalam satu momen. Atau juga kegemasan penuh tanya mengapa seperti ini dan itu. Semua bergantian menghadirkan cerita, menambah semangat, dan menginspirasi saya untuk terus menapaki langkah demi langkah perjalanan menjadi seorang pengajar. Tiga tahun menjadi guru adalah titik dimana saya menjadi lebih dewasa dalam profesi ini sekaligus tetap merunduk untuk menerima pengajaran dari kehidupan yang tidak pernah berhenti memberikan ilmunya untuk dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan.