Senin, 12 Maret 2018

Pengalaman Meneriakkan Reputasi Baik

www.tulisbaca.com
Dalam setiap bidang kegiatan, baik itu tentang profesi maupun yang lainnya, tidak mudah untuk menjadi yang paling terbaik. Perlu usaha keras dan kadang tidak singkat, untuk sekadar sampai di posisi yang dipandang orang sebagai suatu pilihan yang patut dipertimbangkan. 

Mungkin anda pernah berada dalam keadaan yang mana anda ingin menawarkan suatu kemampuan yang anda miliki kepada suatu pihak yang membutuhkan pertolongan, yang anda yakini cukup untuk memenuhi ekspektasi pihak tersebut, namun anda tidak dapat kesempatan untuk menolong pihak tersebut, karena anda tidak menjadi yang terpilih untuk memberikan kemampuan anda kepadanya. Pada akhirnya, sekalipun anda merasa mampu melakukannya, anda tetap tidak menjadi yang terpilih karena anda kalah reputasi dengan partner atau kompetitor anda.

Apa pertimbangan seseorang dalam memilih salah satu pilihan ketimbang pilihan yang lain?  
Terkadang jawabannya karena pengalaman yang menjadi bukti sejarah pencapaian yang baik, yang menjadi pertimbangan seseorang memilih pilihan tersebut. Pun juga dalam memilih satu pihak atau pribadi tertentu untuk menjadi pilihannya. Anda bisa saja memiliki jiwa muda yang potensial, energi yang nyaris tidak kenal lelah, dan semangat yang berkobar, dan memiliki kesiapan untuk menjadi yang terpilih, namun semua itu bisa saja kalah dengan pengalaman pribadi atau pihak lain yang menjadi kompetitor anda yang meneriakkan reputasi baiknya dengan sendirinya. Memang ada kalanya pilihan yang gres menang telak dalam sesuatu hal, namun di waktu lain, pengalaman memberi ketenangan dan rasa aman yang dibutuhkan bagi sang pemilih, untuk dapat memilih seseorang sebagai pilihannya yang tepat.


Untuk dapat memiliki pengalaman yang beragam dan membangun reputasi yang baik tidaklah datang begitu saja. Butuh waktu, usaha, dan kerja keras untuk dapat secara konsisten melakukan suatu hal yang terlihat biasa dan sederhana, secara rutin. Dengan demikian, kita akan terbiasa untuk melakukan hal tersebut, dan bahkan memperoleh status sebagai ahli dalam bidang tersebut, sehingga akan menjadikan kita pilihan yang unggul dalam bidang tersebut. Seorang ahli dalam Matematika pada waktu dulu hanya seorang yang biasa saja. Namun karena terbiasa berkutat dengan Matematika, waktu akan menjadikan dia menjadi ahli Matematika. 

Setelah pengalaman kita mencukupkan kita untuk berada dalam status sebagai ahli, maka dengan sendirinya, reputasi kita akan terbangun, dan tanpa perlu usaha yang keras, orang akan memandang kita sebagai pilihan yang sangat patut untuk dipertimbangkan. Reputasi yang baik akan dapat memberikan kita sarana “publikasi” secara cuma-cuma tanpa kita harus usahakan, sehingga orang lain dapat mengenal kita sebagai suatu opsi yang sangat potensial dan dapat diandalkan untuk melakukan suatu hal tertentu. Karena dengan memilih kita untuk melakukan sesuatu, akan dapat memberikan ketenangan pun rasa aman bagi pihak yang memilih kita tersebut. Sang pemilih tidak akan khawatir karena tahu kita sudah memiliki pengalaman dan akan sangat kecil kemungkinan kita untuk gagal.

Dengan adanya pengalaman yang kita miliki, sesungguhnya kita tidak perlu banyak berceloteh tentang pesona diri kita untuk mendapatkan perhatian orang lain. Cukup dengan mencoba mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya, dengan cara melakukan sesuatu hal yang kecil nan sederhana sesuai bidang kita, baik itu pekerjaan, hobi, atau yang lainnya. Kemudian, lakukan itu secara konsisten dan sepenuh hati, dengan menggemari apa yang kita lakukan tersebut. Dengan begitu, kita akan mampu memiliki penguasaan akan bidang tersebut, dan dengan sendirinya pengalaman yang cukup akan terkumpul, sehingga reputasi baik akan terbangun. Karena dengan sendirinya, pengalaman kita akan meneriakkan reputasi kita, yang diharapkan baik. Namun, apakah reputasi itu akan baik atau menjadi buruk semua juga tergantung bagaimana usaha kita.


Seorang pemula yang sangat mungkin untuk dipandang dengan sebelah mata memiliki juga kesempatan besar untuk membangun reputasinya sendiri. Sekilas tidak mungkin, namun itu sangat mungkin jika diiringi dengan kerja keras, konsistensi, dan permohonan yang tiada henti kepada Sang Empunya. Karena dari suatu yang kecil, jika dikerjakan secara konsisten, akan terus ditambahkan kepada kita, secara terus menerus, sampai tiba waktunya menjadi besar, dan pada akhirnya sampai pada waktu untuk berhenti berkarya. 

Adakah saya menginspirasi?