Kamis, 17 Mei 2018

Keluar dari Zona Nyaman

www.kreativa.co.id
Mungkin sebagian kita sudah sering mendengarkan, membaca, atau mungkin merasakan langsung judul dari tulisan saya kali ini. Memang, dalam kehidupan kita, kalimat ‘keluar dari zona nyaman’ bukan suatu kondisi yang sulit ditemui. Kita masing-masing mungkin mempunyai pengalaman tersendiri dengan apa yang disebut ‘zona nyaman’. Pun juga dengan saya. Pernah dan mungkin masih akan mengalami keadaan dimana saya harus keluar dari ‘zona nyaman’ saya.

Singkat cerita, kata-kata ‘keluar dari zona nyaman’ terlintas dalam benak saya setelah saya terlibat suatu percakapan dengan seorang rekan. Saya sekilas disadarkan untuk terus meningkatkan pencapaian saya di dalam profesi yang saya jalani. Supaya tidak hanya berada dalam posisi yang sekarang, atau bisa dibilang, berada dalam ‘zona nyaman’. Sejenak saya pun merenungkan pembicaraan kami dan berpikir bahwa memang semenjak saya menjalani profesi saya yang sekarang, saya belum lagi bertemu dengan pengalaman ‘keluar dari zona nyaman’.

Apa sebenarnya yang dimaksud ‘zona nyaman’? Banyak definisi yang bisa digunakan untuk menjelaskannya. Kita bisa menyebut ‘zona nyaman’ sebagai suatu keadaan yang telah lama kita capai dan perjuangkan, dimana kita sangat menikmati keadaan tersebut dan sulit jika diminta untuk beranjak dari keadaan tersebut. Baik itu untuk sesuatu yang lebih baik, atau bahkan untuk sesuatu yang lebih buruk. Misalnya, dalam pengalaman saya, menjadi guru adalah ‘zona nyaman’ saya. Mengapa? Karena saya merasa menjadi guru adalah profesi yang sesuai dengan hasrat dan talenta saya, sehingga saya sangat menikmati bahkan sangat berbahagia menjalani profesi sebagai guru. Bagi anda para pembaca, pastilah mempunyai ‘zona nyaman’ masing-masing yang akan berbeda dengan ‘zona nyaman’ saya.

Kalau begitu apa permasalahan yang timbul jika kita terus berada dalam ‘zona nyaman’ kita? Bukannya kita perlu untuk mencintai apa yang kita kerjakan dan perlu menyamankan diri dalam pekerjaan kita? Iya, itu perlu. Permasalahannya adalah, ketika kita terlalu lama berada dalam ‘zona nyaman’ kita, kita tidak akan bisa bertumbuh ke arah yang lebih baik secara maksimal. Bukan berarti kita sama sekali tidak dapat mengembangkan diri di dalam ‘zona nyaman’ kita, namun akan ada titik dimana kita mencapai kesudahan pengembangan diri kita yang hanya akan dapat lebih bertambah lagi jika kita beranjak dari ‘zona nyaman’ kita. Ibarat seekor burung yang terlalu lama berada dalam sebuah sangkar. Lama kelamaan mungkin dia akan malas untuk mengepakkan sayapnya kuat-kuat, karena dengan sangkarnya yang kecil, kepakan sayap sedikit saja sudah cukup baginya. Tatkala dia dilepaskan ke alam bebas, mungkin dia akan kesulitan untuk terbang, pun juga untuk mencari makan. Karena selama ini dia selalu mendapatkan makanan tanpa harus mengusahakannya.

Demikian dengan kita. Tatkala kita terlalu asyik tinggal di dalam ‘zona nyaman’ kita, kita akan lupa bahwa sesungguhnya potensi kita lebih dari yang sudah terlihat. Sekali lagi, bukan berarti kita tidak perlu menyamankan diri di dalam suatu pencapaian dalam bidang profesi apapun yang memang akan mendukung kita untuk bersetia melakukan kewajiban kita di dalam pekerjaan tersebut, namun tatkala ada kesempatan untuk melangkah maju meninggalkan ‘zona nyaman’ kita, cobalah untuk jangan ragu menjalaninya. Bukankah ketika kita setia dengan perkara kecil maka Sang Empunya hidup akan menambahkan terus bagian kita untuk dapat juga melakukan perkara besar? Karena itu jangan takut untuk keluar dari ‘zona nyaman’.

Setiap orang mempunyai ‘zona nyaman’ masing-masing. Sebagian akan ‘membangun tempat tinggal’ permanen mereka dalam ‘zona nyaman’ tersebut, dan sebagian yang lain akan ‘mengemasi barang-barang’ mereka untuk melangkah maju mengembangkan potensi yang dapat terus terasah setiap waktu. Tidak jadi soal mana yang mereka pilih. Semua pilihan dapat menjadi pilihan yang baik selama itu dilakukan untuk memuliakan Sang Pencipta. Jadi, siap keluar dari ‘zona nyaman’ anda?