Jumat, 22 Februari 2019

Berkriteria untuk Berpendirian

Kita semua pernah berada dalam suatu kondisi harus memilih. Entah itu memilih sesuatu atau seseorang. Pun juga untuk hal yang besar maupun hal yang remeh. Tatkala kita berada dalam posisi tersebut, adakah kita memilih sesuatu maupun seseorang tersebut dengan serampangan? Atau sebaiknya perlu suatu pertimbangan yang matang?

Kita sebagai manusia diberikan kehendak bebas oleh Kreator kita. Tanpa ada penghalang, sesungguhnya kita bebas memilih apapun sesuai kehendak kita. Namun tendensi kita lebih gemar memilih sesuatu yang kurang baik. Karena apa yang secara nilai bersifat kurang baik, lazimnya mengenakkan untuk dipilih. Semisal, makanan yang tidak sehat biasanya lebih enak daripada makanan yang lebih sehat. Padahal untuk mendapat tubuh yang sehat, logikanya kita perlu untuk makan makanan yang sehat, namun tetap saja banyak sekali makanan yang tidak sehat banyak dipilih untuk dinikmati dan laris di pasaran.

Contoh lain dalam cara mendapatkan uang. Kita semua memahami dalam kehidupan kita memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan kita. Namun karena diperlukan suatu usaha untuk mendapatkan uang, kita terkadang menjadi enggan untuk berusaha mendapatkan uang dengan cara yang benar, yaitu bekerja. Sebagian orang yang memilih untuk menuruti keengganannya untuk berusaha mendapat uang dengan bekerja memilih jalan pintas dengan cara mencuri uang milik orang lain. Karena hal itu dianggap dapat menjadi sarana untuk mendapatkan uang dalam waktu yang singkat tanpa usaha yang terlalu keras.

Dari situ perlulah diatur sebuah patokan untuk kita agar dapat memilih sesuatu yang benar untuk dilakukan. Patokan tersebut perlu kita ikuti agar kita dapat selalu memilih sesuatu maupun seseorang dengan benar. Mengapa demikian? Karena sebelum kita membuat sebuah patokan yang disepakati untuk dipatuhi, tentu terdapat kriteria yang menjadi dasar. Kriteria tersebut menjadi ukuran bagi kita untuk membuat sebuah patokan yang kita yakini benar. Mengapa kita perlu adanya kriteria untuk menentukan sebuah patokan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya?

Kriteria menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ukuran yg menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu. Untuk dapat menentukan sebuah kriteria yang tepat tentu diperlukan sebuah riset terhadap hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang akan kita tetapkan. Misalnya saja kita hendak memilih calon presiden. Maka kriteria yang kita perlukan tentu akan berkaitan dengan pribadi sang calon presiden yang sekiranya sesuai dengan pekerjaan yang nantinya harus dikerjakannya. Semisal, pengalamannya memimpin, kinerja selama jabatan terdahulu, atau visi misi sang calon untuk jabatan presiden tersebut. Tidak perlu kita memasukkan kriteria yang tidak berkaitan secara langsung dengan pekerjaannya sebagai presiden atau sekadar kriteria yang dangkal, seperti makanan favoritnya, warna kesukaannya, film kegemarannya, dll.

Dari situ kita dapat memahami bahwa kita memerlukan sebuah kriteria yang jelas dalam memilih sesuatu maupun seseorang. Namun mengapa kita perlu menetapkan suatu kriteria sebelum kita memilih sesuatu atau seseorang? Untuk menghindari sebuah kekecewaan dan penyesalan akibat salah dalam memilih sesuatu maupun seseorang. Kriteria menghindarkan kita dari sebuah kesalahan memilih yang bisa disebabkan karena kita secara serampangan memilih sesuatu atau seseorang, yang pada akhirnya membuat kita tidak setia pada pilihan kita.

bbsnews.co.id
Lalu apakah cukup kriteria yang kita sertakan adalah kriteria yang sederhana saja? Belum tentu. Seperti yang saya sampaikan di atas, kita memerlukan sebuah riset dalam menentukan kriteria apa yang cocok untuk kita jadikan patokan dalam memilih sesuatu atau seseorang. Bisa berasal dari pengalaman pribadi kita maupun dari berbagai sumber lainnya yang kita anggap sesuai dengan kebutuhan pun keinginan kita. Sehingga, bisa saja terdapat perbedaan kriteria yang ditetapkan antara satu pribadi dengan pribadi yang lain. 

Meskipun terdapat banyak sumber yang dapat mengusulkan kriteria yang sekiranya baik, bukan berarti arah keputusan kita diatur oleh berbagai macam sumber tersebut sehingga kita tidak dapat memiliki pendirian kita sendiri. Tidak demikian. Justru kita perlu dan berwenang untuk menguji kriteria yang terusulkan oleh berbagai sumber tersebut apakah tetap selaras dengan pendirian kita.  Apakah setiap kriteria yang ada dapat kita jadikan kriteria yang kita jadikan patokan untuk memilih atau tidak. Jika memang sudah terlalu menyimpang, kita patut untuk tidak menjadikannya sebuah kriteria yang dapat menjadi patokan kita untuk memilih. Namun jika kriteria yang kita dapati ternyata selaras dan benar pun baik adanya, adalah patut kita jadikan sebuah patokan dalam memilih.

Di saat sebuah patokan yang bersanding dengan berbagai kriteria yang telah teruji telah nyata, niscaya kita akan dapat memilih secara hati-hati dan bertanggungjawab terhadap pilihan kita. Sebab kita telah sedemikian rupa menyusun dan menetapkan kriteria yang ada, dan dengan demikian kita pun dapat memiliki pendirian yang teguh dalam memilih. Kita tidak akan serampangan memilih sesuatu atau seseorang, mengorbankan pendirian kita hanya karena keinginan atau kebutuhan yang mendesak, namun tetap berpendirian teguh dengan adanya patokan berkriteria yang memang sesuai dengan kita. Karena kita berkriteria untuk berpendirian, sehingga kita pun dapat memilih secara benar. Selamat memilih!